SPOT AMBO

Blog ini berisi tentang pengalaman-penglaman dikehidupan saya

Friday, 8 January 2016

Pengalaman tinggal di Banjarmasin

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Hai para pembaca blog saya, apa kabar? Semoga kalian dalam keadaan baik dan sehat. Amiin..
Kali ini saya akan bercerita “pengalaman saya tinggal di Banjarmasin”.
Sumber Foto:http://www.logokabupaten.com/2015/02/logo-kota-banjarmasin-kalimantan-selatan.html

 

Tentang Banjarmasin

Kalau disebut Banjarmasin pasti pikiran nya pada ke sungai atau bekantan. di Banjarmasin itu terkenal dengan sebutan kota seribu sungai, mungkin karena banyak sungai diBanjarmasin itu jadinya disebut kota seribu sungai.

memang sih aku lihat di Banjarmasin itu banyak sungai, Yang aku ketahui itu sungai Barito, sungai Martapura dll. Kalau bekantan itu salah satu maskot kota Banjarmasin.


Tentang  tempat tinggal saya di Banjarmasin  

Di Banjarmasin saya tinggal di Jl. Pangeran Gg. Iyazaa, kalau kalian tidak tau dimana Jl. Pangeran tanyakan saja pada orang yang tinggal Jl. Bridgen Hasan Basry, tanyakan begini “Jalan mau ke Mesjid Pangeran Sultan Suriyansyah dimana ?“,  nah jalan yang dimuka masjid Sultan Suriansyah itulah nama Jl. Pangeran.

Foto didepan kos Iyazaa 

Pendapat saya tentang orang Banjarmasin

Selama saya tinggal disini, saya melihat orang – orang Banjarmasin itu murah senyum dan baik –baik, apalagi sekitar tempat tinggal saya di Gg. Iyazaa ini.

Orang Orang Banjarmasin itu cewe nya cantik – cantik tapi sayangnya menurut aku pergaulan diBanjarmasin ini bebas cewenya banyak yang sering keluar malam, dan bergaul atau berteman sama cowo pada malam hari

yang paling parah menurut aku, pada saat sholat magrib terdengar orang-orang berbicara di samping mushalla yang menurut aku sangat mengganggu orang – orang yang sholat

ketika aku selesai sholat magrib di Mushalla itu aku melihat cowo dan cewe berkumpul disamping mushalla kalau tidak salah aku melihat 3 cowo dan 2 cewe, yang cewe nya berpakaian celana sobek – sobek dan cowonya pakai topi

mereka sambil ngobrol dan ketawa – tawa, mereka tidak merasa mengganggu orang yang lagi ibadah. Waah parah kan, tapi aku yakin banyak generasi muda orang - orang Banjarmasin.

Di Banjarmasin beda banget dengan kampung halaman saya di Anjir KM 1,5. Kalau di kampung halaman saya itu anak – anak atau remaja nya sangat rajin untuk sholat berjamaah di mushalla atau masjid, tapi kalau di Banjarmasin ini saya perhatikan selama ini terbalik, orang tua nya malah yang banyak.

Di Banjarmasin kalau saya lihat sangat banyak pemuda nya suka kemajelis, entah itu karena pembawaan ceramah Guru nya atau mereka ingin mencari ilmu. 

Jujur pertama kali, ketika saya pergi ke majelis pengajian Guru Zuhdi di kediaman guru zuhdi Banjarmasin, saya suka dengan pembawaan ceramah Guru Zuhdi, beda dengan penceramah yang pernah saya ikuti di majelis pengajian lainnya.


Tentang Mesjid Banjarmasin

Di Banjarmasin ada 3 mesjid yang menurut saya bangunannya yang megah, unik serta arsitekturnya yang bagus.

Pertama yaitu, Mesjid Raya Sabilal Muhtadin 

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Raya_Sabilal_Muhtadin
mungkin pembaca sudah tau dengan masjid ini, karena letaknya di tengah kota. Mesjid ini sangat indah dipandang karena bentuknya yang unik, besar dan kalau berada didalam mesjid ini udaranya sejuk, mungkin karena di samping mesjid ini banyak pepohonan yang besar.

Kedua yaitu mesjid Jami

http://pulaubanuabanjar.com/index.php/tulisan/baca/68/Masjid-Jami-Sungai-Jingah-Masjid-Basajarah-di-Banjarmasin
Mesjid ini menurut saya lumayan besar juga, dengan bangunan kayunya, terlihat bahwa mesjid ini sudah lama dibangun, yang saya pernah baca tentang sejarah mesjid ini, katanya mesjid ini dibangun dari perpaduan rumah adat Banjar dan bangunan Belanda yang pada saat itu bangsa Belanda masih ingin menjajah di Banjarmasin.


Mesjid Sultan Suriansyah

https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Sultan_Suriansyah

Naah ini yang terakhir, Mesjid Sultan Suriansyah Mesjid yang paling tua di Banjarmasin, mesjid ini berada di Jl.Pangeran, mesjid ini dibangun dengan arsitektur tradisional Banjar.

Yang saya ketahui Mesjid ini dibangun oleh Pangeran Sultan Suriansyah, dulunya itu terjadi peperangan antara warga Banjar dan pendatang Belanda, kala itu Belanda ingin menguasai tanah di Banjarmasin, tapi warga Banjar tidak ingin tanah kelahiran mereka direbut oleh Belanda.

mereka mengadakan peperangan, kala itu Pangeran Sultan Suriansyah bukan orang islam tapi ia berjanji, jika dia dan pasukannya bisa mengalahkan orang-orang Belanda itu, Pangeran berjanji Dia akan masuk Islam. 

Alhamdulillah warga Banjar bisa mengalahkan orang-orang belanda itu, dan tidak lama kemudian barulah mesjid Sultan Suriyansyah dibangun..

Mohon ampun maaf jika ada kesalahan tentang sejarah atau yang lainnya ya. Hehe. Itulah pengalaman saya selama tinggal di Banjarmasin, mohon maaf jika saya tadi bilang pemuda orang-orang Banjar itu pergaulannya bebas.

Mohon maaf jika ada keasalahan kata-kata.
Wassalamu’alaikum.

No comments:

Post a Comment